HORSENS– Tiongkok harus mengubur dalam-dalam asa menjadi juara Piala Uber. Negeri Panda ini kalah 1-3 dari Korea Selatan (Korsel( dalam pertandingan final yang dilaksanakan di Horsen, Denmark, Minggu waktu setempat (4/5/2026).
Tunggal putri nomor satu dunia sekarang An Se-young membuka kemenangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan. Dia mengalahkan Wang Zhi Yi dengan dua game langsung 10-21, 13-21. Namun, Tiongkok sempat menyamakan kedudukan.
Ganda peringkat pertama dunianya, Liu Shengshu/Tan Ning menundukan Jeong Na-eun/Lee So-hee 21-15, 21-12. Korsel bali unggul berkat sumbangan angka Kim Gae-eun secara mengejutkan menang 21-19, 21-15 atas Chen Yufei.
Baek Ha-na/Kim Hye-jeong memaksa Tiongkok menyerah. Keduanya menghentikan perlawanan Jia Yifan/Zhang Shuxian dengan tiga game 16-21, 10-21, 13-21. Hasil ini membuat partai kelima yang mempertandingkan Sim Yue-jin dai Korea Selatan dengan tunggal ketiga Tiongkok Han Yue tidak dilaksanakan.
Bagi Korea Selatan, gelar juara Piala Uber 2026 ini menjadi kali ketiga. Sebelumnya, negeri tersebut pernah melakukan hal yang sama pada 2010 dan 2022. Menariknya, di dua tahun itu, Korea Selatan selalu mengalahkan lawan yang sama Tiongkok. Di 2010 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, mereka menang 3-1. Kemudian di 2022 di Nothaburi, Thailand, Korea Selayan, mengalahkan Tiongkok dengan 3-2.
Meski gagal, Tiongkok masih menjadi kolektor gelar terbanyak Piala Uber. Negeri terpadat penduduknya di dunia ini sudah mengoleksi 16 gelar.
Di ajang Piala Uber 2026 ini, Indonesia harus puas di posisi 3-4 bersama dengan Jepang. Di babak seminal, Putri Kusuma Wardani dkk dikalahkan Korea Selatan dengan skor 1-3. Hasil tersebut semakin memperpanjang dahaga gelar di Piala Uber. Kali terakhir, Lagu Indonesia Raya berkumandang di event beregu putri tersebut pada 1996 atau 30 tahun lalu saat Indonesia masih diperkuat Susi Susanti, Mia Audina, Eliza Nathaniel/Zelin Resiana, Lili Tampi/Finarsih, dan Meiluawati.
Dua tahun lalu, Piala Uber dan Thomas akan dilaksanakan di Jakarta. Moment yang menarik kita tunggu, apakah kekeringan gelar bakal berakhir atau masih terus berlanjut. (*)


