GRESIK- Nama Ali Mashuda sudah banyak yang lupa. Khususnya para pemain muda.Tak salah memang. Namun bagi mantan pesepak bola di era 1990-an, Ali termasuk sosok yang spesial.
Bagaimana tidak, lelaki kelahiran 17 September 1969 itu bisa bermain di dua klub besar di Kota Surabaya. NIAC Mitra dan Persebaya.
“Saya bergabung NIAC Mitra pada 1989 atau generasi terakhir. Setelah klub itu bubar, saya bergabung ke Mitra pada 1990 hingga 1993,” kenang Ali.
Setahun kemudian, Ali bergabung dengan Persebaya. Dua musim dia di tim berjuluk Green Force itu.
“Barulah saya ke Persedikab Kabupaten Kediri pada 1996 hingga 1998,” ujarnya.
Setelah itu, Ali tak berkompetisi lagi di level teratas. Hingga akhirnya, arek Benowo ini memutuskan menjadi pelatih.
Lama di Putra Mars, kabar terakhir dia menangani tim asal Gresik, Gres One. Ternyata, tangan Ali masih dingin.
“Alhamdulillah, di Piala Suratin U15, Gres One menjadi juara. Bukan saya hebat tapi dukungan dari pemilik H. Choiri dan pemain serta orang tua siswa yang bisa membawa Gress One juara,” ucap Ali yang tahun lalu membawa Putra Mars juara Piala Wali Kota Surabaya yang membuat klub itu tampil di Liga 4.
Dukungan itu, tambah Ali, membuat Gress One tampil perkasa. Mereka tidak pernah kalah di Piala Suratin U15 Gresik.
“Di final, Gres One menang 2-0 atas Gresik United.Total, delapan kali pertandingan, Gresik One tidak terkalahkan,’ ungkap Ali.
Prestasi itu, papar Ali, dilengkapi dengan raihan gelar individu. Polesannya membuat pemain terbaik, kiper terbaik, dan pencetak gol terbanyak jatuh ke tangan anak didiknya.(*)

