HASIL PERTANDINGAN liga 4 Januari 2025
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
PS Hamzanwadi 2 - 0 Lombok Tengah
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
Falcon Gorontalo 2 - 0 Bongoayu
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
Mandalika 2 - 0 Bintang Ampenan
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
Helumo 2 - 0 Sidosel

Zainuri, Palang Pintu Persik Kediri di Liga Champions Asia yang Kini Membina SSB di Sidoarjo

Zainuri di sela-sela melatih SSB Tunas Jaya Sepande di Sidoarjo.
Zainuri di sela-sela melatih SSB Tunas Jaya Sepande di Sidoarjo.

Nama Zainuri menjadi salah satu pemain dengan karakter keras di kancah sepak bola Indonesia era akhir 1990-an dan awal 2000-an. Dia mampu diandalan menjadi jaminan amannya lini belakang.

SEORANG pelatih tetap berada di Lapangan Sepande, Sidoarjo, sore itu. Meski hujan terus mengguyur di wilayah yang masuk Kecamatan Candi itu.

Dia juga terus meneriaki anak asuhnya untuk menjalankan intruksi yang diinginkan. Ternyata, dia pelatih bukan sembarang pelatih.

Semasa muda, namanya cukup disegani di kancah sepak bola Indonesia. Beberapa klub besar pernah mengajaknya bergabung. Siapa dia?

Namanya, Zainuri. Dia  merupakan salah satu di antara sekian pemain yang pernah membela Persebaya Surabaya dan Arema. Dua klub yang menjadi rival utama di lapangan hijau. Jumlah pemain dengan status sepertinya tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari.

Lelaki yang sekarang berusia 53  ini memulain karir di klub kampung halaman di Kabupaten Sidoarjo. Ajakan senior yang juga pernah membela Persebaya Surabaya, Harmadi, tak bisa ditolak.

‘’Saya ingin maju dan itu tercapai kalau bermain di Surabaya,’’ kenang Zainuri.

Dia pun kemudian bergabung dengan klub legendaris, Suryanaga. Di Kota Pahlawan,sebutan Surabaya, bakat dan kemampuan Zainuri semakin terasah. Dia kemudian masuk ke Persebaya Surabaya yang tampil di Liga Indonesia 1.

Persaingan ketat dan keinginannya merantau membuat Zainuri mulai berpetualang. PSIM Jogja menjadi tujuan pertama. Setelah itu, dia membela PSS Sleman, Deltras Sidoarjo, Arema, dan Persik. Hebatntya, di Singo Edan, Zainuri membawa klub itu juara Piala Indonesia.

Sementara di Persik, Zainuri menjadi pilihan utama di Liga Champions Asia 2007. Tak sembarang pemain bisa bermain di ajang bergengsi itu.

Seiring usia, Zainuri sempat memperkuat Barito Putra dan PSBI Blitar. Setelah pensiun dan sampai sekarang, dia menjadi pimpinan sebuah sekolah sepak bola (SSB) dengan nama Tunas Jaya Sepande. (*)

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya