SIDOARJO – Trio Persebaya Surabaya juara 1996/1997 seolah hidup lagi. Jatmiko, Yusuf Ekodono, dan Reonald Pietersz tampil gemilang dan membuat BHS FC menang besar 8-4 (3-1, 2-2, 1-1, 2-0) dalam pertandingan uji coba melawan Kompas FC dari Bantaeng, Sulawesi Selatan, di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Jumat sore (13/2/2026).
Delapan gol BHS FC disumbangkan Jatmiko dua gol, Isdianto (2 gol), Nu Yadera, Popo, Suwito, dan Kodari Amir. Sebelumnya, di awal pertandingan, tim tamu sempat membuat kejutan.
Kiper yang masuk skuad Persebaya saat juara 1987/1988, Usnadi harus memungut bola dari gawangnya. Namun gol itu tak membuat semangat pemain BHS FC kendor. Sebaliknya, tim yang dikapteni mantan pilar Tim Indonesia di awal 1980-an I Wayan Diana tersebut tampil menggila.
Serangan bergelombang membuat Jatmiko mampu menyamakan kedudukan dan dua gol melalui aksi bek sayap yang pernah membela Deltras, Arema, Persijap, dan Putra Samarinda Isdiantono.
‘’Sudah bisa mengumpulkan pemain-pemain legenda dalam satu tim ini sudah sebuah anugerah. Silaturahmi yang paling utama,’’ kata koordinator HBS FC Gatot Mulbajadi usai pertandingan.
Selain trio Persebaya juara 1996/1997, ada juga skuad Green Force, julukan Persebaya, juara 1987/1988 yang membela BHS FC. Mereka adalah Usnadi, Slamet Bachtiar, Budi Prasito, Maura Helly, Marsaid, dan Syamsul Arifin. Hebatnya lagi di BHS FC juga ada mantan kapten Timnas Indonesia I Wayan Diana. Di bawahnya, pemain-pemain yang berlaga di kompetisi musim 2000-an tak kalah mentereng. Selain Isdianto, ada nama Agustiar ‘’Ucok’’ Batubara (mantan Deltras, Barito Putera Banjarmasin, Pelita Jaya, dan Persela Lamongan) dan Andri ‘’Gepeng’’ Budianto.
Meski jajaran penggawa BHS FC sudah tidak muda lagi, tapi mereka tetap menampilkan skill bermain bola kelas tinggi. Mereka mengandalkan permainan bola-bola pendek.
‘’Silaturahmi ini mahal harganya. Di lapangan, semua bisa sehat dengan bermain sepak bola,’’ ujar Gatot.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dengan kedatangan Kompas FC. Tim tersebut menyempatkan jauh-jauh datang dari Sulawesi Selatan ke Kota Udang, julukan Sidoarjo.
‘’Kami sungguh bahagia. Melihat, bertemu, dan bermain bersama dengan para legenda sepak bola Indonesia di Sidoarjo ini,’’ ucap Ketua Rombongan Kompas FC Bantaeng, Dokter Diego Nizar.
Bahkan, lanjutnya, kekuatan BHS FC lebih tangguh dari Jatim All Stars yang dihadapi timnya di Lapangan Menanggal, Kota Surabaya, sehari sebelumnya. Dia dan rekan-rekannya berjanji akan datang lagi ke Pulau Jawa. (*)


