SOLO– Kashartadi menjadi kunci sukses Rans Nusantara kembali ke Liga 2 atau Championship. Pelatih asal Kota Solo tersebut datang di saat yang tepat.
Kashartadi masuk menggantikan Joko ‘’Getuk’’Susilo menjelang Babak Penyisihan Grup C. Setelah Rans secara mengejutkan kalah 1-3 dari Persinab Nabire.
Kekalahan yang membuat Kas, sapaan karib Kashartadi, masuk. Dengan tujuan, mantan pemain Tim Nasional Indonesia tersebut bisa membawa kemenangan bagi Rans saat menghadapi Persikutim Kutai Timur.
Hanya dengan kemenangan yang membaw klub milik seleberitis papan atas Indonesia Raffi Ahmad itu bisa menembus delapan besar. Ternyata di tangan Si Kijang dari Solo, julukan Kas saat masih bermain, Rans kembali memetik kemenangan. Persikutim dikalahkan 0-3.
Di delapan besar, lagi-lagi. Kas menunjukkan tangan dinginnya. Racikannya membawa Rans menang 2-0 atras Persekabpas Kabupaten Pasuruan.
Nah, kesempatan kembali ke Liga 2 terbuka lebar. Hanya, syaratnya Rans harus bisa menang di semifinal. Kali ini lawan yang dihadapi adalah Persiba Bantul, tim kuda hitam di Liga 3 atau Liga Nusantara musim ini.
Ternyata, Rans mampu membalikan prediksi. Bersama Kas, tim tersebut menang 2-1 dan kembali ke kasta kedua sepak bola nasional. Hasil tersebut belum membuat puas Kas dan Rans. Gelar juara menjadi bidikan dan lawan yang dihadapi adalah Dejan FC. Dua tim yang musim lalu sama-sama terlempar ke Liga 3. Di final, Rans keluar sebagai juara setelah menang adu penalti 3-4.
Kompetisi Liga 3 telah usai. Yang jadi pertanyaan, ke mana Kas? ‘’Saya kembali ke PSMS. Status saya di Rans kan dipinjamkan,’’ ungkapnya.
Di Ayam Kinantan, julukan PSMS, adik kandung mantan pemain Arseto Sriwidadi itu merupakan direktur teknik. Setelah sebelumnya, dia adalah pelatih kepala sebelum digantikan Eko Purjianto.
Bagi Kas, sukses mengangkat Rans ini membuktikan dia pelatih spesialias mengantarkan tim promosi. Setelah sebelumnya, pahlawan Indonesia meraih emas di SEA Games 1991 itu membawa Dewa United menembus Liga 1, sekarang Super League.
‘’Tangan saya dingin karena ayah saya penjual es ha ha ha,’’ canda Kas.
Dia pun tak mau memikir jauh tentang statusnya di Rans musim depan. Baginya, kembali ke PSMS merupakan tugas terdekatnya. (*)


