HASIL PERTANDINGAN liga 4 Januari 2025
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
PS Hamzanwadi 2 - 0 Lombok Tengah
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
Falcon Gorontalo 2 - 0 Bongoayu
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
Mandalika 2 - 0 Bintang Ampenan
Hari Ini • Liga 4 Indonesia
Selesai
Helumo 2 - 0 Sidosel

Raymond/Nikolaus Kalah, Indonesia Gagal Total seperti Tahun Lalu

Di babak semifinal yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, Minggu dini hari WIB (8/3/2026), Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae, unggulan pertama dari Korea Selatan, dengan dua game langsung 19-21, 13-21.
Di babak semifinal yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, Minggu dini hari WIB (8/3/2026), Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae, unggulan pertama dari Korea Selatan, dengan dua game langsung 19-21, 13-21.

BIRMINGHAM– Tuntas sudah perjalanan Indonesia di All England 2026. Akhirnya tidak ada satu pun wakil Merah Putih yang berhasil lolos ke nomor ganda putra.

Di babak semifinal yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, Minggu dini hari WIB (8/3/2026), Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah dari  Kim Won Ho/Seo Seung Jae, unggulan pertama dari Korea Selatan,  dengan dua game langsung  19-21, 13-21. ‘’Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,’’ ungkap Raymond.

Diakuinya, dia mendapat pengalaman yang sangat berharga di All England 2026 ini. Dari babak pertama, kelas Raymondo, dia dan Nikolaus, tidak menemukan lawan yang mudah.

‘’Semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga,’’ ujarnya.

Sedang Nikolaus menambahkan, mereka pada awalnya berpikirnya sama-sama di lapangan, sama-sama punya chance untuk menang, sama-sama punya kans hanya tergantung memang siapa yang lebih siap. Dan, di semifinal, pasangan peringkat 17 dunia itu mengakui kekalahan dan ganda Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan,  lebih siap.

‘’Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Mereka dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Puji Tuhan senang bisa kesampaian lawan mereka. Kim/Seo dengan kekonsistenannya, benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir. Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya bisa kami bisa lebih baik ke depannya,’’ ucapnya.

Meski kalah, dia menjadi lebih percaya diri. Ke depan  kekalahan itu tidak boleh dijadikan beban.

‘’Kami mau dibawa enjoy saja. Dan mohon dukungannya dari rakyat Indonesia agar kami bisa terus berkembang dan berprestasi,’’ ujarnya.

Hasil ini mengulangi tahun lalu. Di mana Indonesia juga pulang dari All England 2025 dengan tanpa gelar. Beda dengan 2024, saat lagu Indonesia Raya berkumandang dua kali karena Jonatan Christie menjadi juara tunggal putra dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian naik ke podium terhormat.

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya