NINGBO – Perjuangan akan kembali dilakoni Jonatan Christie untuk mengejar titel juara Asia. Gelar yang pernah diraihnya pada 2024.
Ketika itu, Jojo, sapaan karib Jonatan Christie, mempermalukan andalan tuan rumah Li Shifeng dengan dua game langsung 21-15, 21-16 dalam pertandingan final yang dilaksanakan di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium. Setelah sebelumnya, di semifinal, dia menjungkalkan unggulan pertama yang juga berasal dari Tiongkok Shi Yuqi 18-21, 21-19, 21-12.
Namun, tahun lalu, di tempat yang sama, Jojo gagal mempertahankan gelar. Dia sudah tersingkir di babak perempatfinal usai dihentikan pebulu tangkis Negeri Panda, julukan Tiongkok, lainnya Lu Guangzu dua game mudah 13-21, 13-21.
Kini, masih di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Jojo kembali datang. Dalam Event yang dilaksanakan 7-12 April 2026 nanti, mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung itu diunggulkan di posisi ketiga.
Di babak pertama, Jojo akan ditantang Leong Jun Hao dari Malaysia. Meski sekarang berada di peringkat empat dunia dan lawannya 23 tapi bukan berarti Jojo bakal melenggang mudah. Jojo dan Jun Hao sudah enam kali bertemu dan skor imbang 3-3. Tapi menutup kemungkinan, Jojo langsung tersingkir karena dia masih tampil angin-anginan.
Di babak utama tunggal putra, selain Jojo, Indonesia diwakili Alwi Farhan. Di pertandingan pertama, dia juga berjumpa wakil Malaysia, Justin Hoh. Keduanya sudah tujuh kali bertemu dengan Alwi unggul lima kali.
Sedang Moh Zaki Ubaidillah, pebulu tangkis yang dikirim PBSI ke Kejuaraan Asia 2026, harus melalui babak kualifikasi.
Tahun lalu, Indonesia gagal meraih gelar juara Asia di kejuaraan perorangan ini. Tak menutup hasil buruk itu kembali diterima tahun ini. Indikatornya, dalam empat turnamem terakhir di Eropa, German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters, Indonesia gagal total.
Namun, dalam rilisnya, PBSI tidak menyebut sebagai sebuah kegagalan. Tapi negara-negara lain yang bulu tangkisnya mulai menunjukkan perkembangan prestasi. (*)


