BEKASI– Kabar mengejutkan kembali datang dari klub Garudayaksa. Klub Championship atau kompetisi kasta kedua di sepak bola Indonesia di bawah Super League itu kembali melakukan pergantian pelatih.
Terbaru, klub yang musim lalu bernama PSKC Cimahi itu mendatangkan mantan penyerang Timnas Indonesia di era 1990-an dan awal 200-an, Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih baru. ‘’Memang benar, Mas Wid jadi pelatih Garudayaksa. Dia sudah datang dan melatih dalam latihan di Cikarang Selatan, Bekasi, tempat latihan Garudayaksa,’’ ungkap Asisten Pelatih Garudayaksa, Wahyu Teguh, pada Selasa (24/3/2026).
Hadirnya Widodo ini tentu sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, statusnya masih dikenal sebagai pelatih sesama Tim Championship, Deltras FC Sidoarjo. Apalagi, Garudayaksa sebenarnya juga baru saja melakukan pergantian pelatih.
Manajemen klub yang sekarang menduduki peringkat kedua Wilayah Barat itu menunjuk mantan bek Timnas Indonesia M. Ridwan sebagai arsitek tim pada 20 Februari guna mengisi pos yang sebelumnya sempat dipercayakan kepada Erwan Herdarwanto. Pelatih asal Jogja itu datang dengan status dipinjam dari PSIM Yogyakarta, klub Superleague. Pelatih dengan lisensi A AFC itu memimpin Garudayaksa FC menang 2-1 atas Persekat Tegal dalam laga pekan ke-19 Championship.
Di awal musim, Garudayaksa ditangani mantan gelandang Timnas Indonesia yang lama membela Persib Bandung Eka Ramdhani. Namun, di putaran III, dia mengundurkan diri.
Widodo sendiri semasa menjadi pemain dikenal sebagai penyerang andalan Timnas Indonesia. Dia menjadi bagian ketika Indonesia menjadi juara dan meraih emas di SEA Games Manila, Filpina, 2001. Bahkan, sebelumnya di Piala Asia 1996, lelaki 50 tahun tersebut mampu mencetak gol terbaik di ajang tersebut.
Di klub, Widodo dua kali mengantarkan klub yang dibelanya menjadi juara kompetisi tertinggi di Indonesia. Pada 2001, Widodo membawa Persija Jakarta menjadi pemenang dan setahun kemudian giliran Petrokimia Putra diangkat menjadi juara.
Di level kepelatihan, lelaki kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 8 November 1970 itu sudah mengantongi lisensi A-Pro. Beberapa klub Superleague pernah ditangani Widodo seperti Arema, Bhayangkara FC, dan Madura United. Saat di kasta kedua, Widodo mampu mengangkat Persita Tangerang 2020 dan Persijap Jepara 2024 promosi ke kasta tertinggi.
Bisa jadi, ini yang menjadi pertimbangan manajemen Garudyaksa memilih Widodo. Menarik untuk kita tunggu. Apalagi, posisi klub itu ada di posisi kedua dengan koleksi 38 angka dari 21 pertandingan di bawah Adhyaksa yang mengoleksi 40 poin.
Widodo akan menangani Garudayaksa kali pertama ketika klub itu ,menjamu Bekasi City pada Minggu, 29 Maret 2026. ‘’Semoga bisa berprestasi,’’ tandas Widodo. (*)


