SURABAYA – Reuni itu akhirnya terjadi. Bernardo Tavarez akan menghadapi PSM Makassar, tim yang pernah ditangani selama tiga tahun. Bahkan, di tangan pelatih asal Portugal tersebut Pasukan Ramang, julukan PSM, keluar juara di musim pertama Tavarez yakni 2022.
Di PSM pula, lelaki berusia 45 tahun itu menangani selama 129 pertandingan. Dengan 55 kali kemenangan, 44 imbang, dan 30 kali kalah.
Bahkan, di musim ini, dia sempat menjadi pelatih di tim ibu kota Sulawesi Selatan itu. Dalam enam pertandingan awal, PSM mencatatkan hasil sekali menang, empat kali imbang, dan sekali kalah.
Namun, dalam pertandingan yang akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (25/2/2026) besok, Tavarez berdiri menjadi lawan PSM.
Sebab, sejak 22 Desember 2025, dia dipercaya menjadi pelatih Persebaya. Ironisnya, sekarang, kondisi Persebaya dan PSM sama. Lagi sama-sama butuh kemenangan.
Sempat memberi harapan besar kepada pendukung Persebaya dengan empat kali pertandingan tidak terkalahkan, tiga kali menang dan sekali imbang, kini Tavares tengah mendapat sorotan. Dalam dua pertandingan terakhir, Bajol Ijo, julukan Persebaya, menelan kekalahan.
Tragisnya, satu kekalahan dialami di kandang sendiri dari Bhayangkara Presisi Lampung dengan skor 1-2 (14/2/2026). Terakhir, Bruno Moreira dkk dipermalukan tim papan bawah, Persijap Jepara, 1-3 di Jepara pada 21 Februari 2025.
Sama halnya dengan PSM. Mereka juga kalah dalam dua pertandingan terakhir. Pada 14 Februari 2026, tumbang 0-2 di kandang sendiri dan enam hari kemudian (20/2/2026) tumbang 1-2 dari Persija Jakarta.
‘’Sudah saatnya Persebaya menang,’’ tegas Direktur Teknik Persebaya Uston Nawawi.
Dia tak takut pola dan strategi bermain Persebaya sudah dipahami oleh PSM. Dengan alasan, Tavarez tiga musim di sana.
‘’Kami mempunyai strategi baru,’’ ujar legenda hidup Persebaya tersebut.
Sayangnya, saat melawan PSM, Green Force, julukan lain Persebaya, tidak bisa diperkuat Rachmat Irianto. Pemain yang biasa disapa Rian itu harus absen karena hukuman kartu merah yang diterima ketika menghadapi Laskar Kalinyamat, julukan Persebaya.
Padahal, saat ini, kontribusi putra legenda Persebaya Bejo Sugiantoro itu dibutuhkan. Khususnya sebagai pengganti karena Rian sama baiknya bermain di posisi tengah dan belakang.
Dia juga pernah mencetak gol spektakuler ketika Persebaya mengalahkan tuan rumah PSIM Jogja pada 25 Januari 2025. Rian melakukan solorun dari daerah Persebaya hingga menjebol gawang Laskar Mataram, julukan PSIM. (*)


