SIDOARJO – Hasil mengejutkan terjadi pertandingan Championship 2025/2026. Deltras yang dalam pertandingan tampil perkasa kalah 0-1 (0-1) dari tamunya PSIS Semarang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo Minggu (22/2/2026) malam.
Gol Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, dicetak Rafinha di menit ke-22 dari tendangan penalti. Tambahan tiga angka ini membuka lebar anak asuhan Andri Ramawi Putra untuk degradasi langsung ke Liga Nusantara atau Liga 3 musim depan.
”Kami baru menang sekali. Masih banyak pertandingan di putaran III ini,” kata Direktur Teknik PSIS Alfredo Vera.
Dia sudah mengingatkan kepada Otavio Dutra dkk tak boleh berpuas diri dengan kemenangan atas Deltras. Laga-laga berikut, je;as Alfedro, tak kalah beratnya.
Sementara pelatih PSIS Andri mengaku bersyukur dengan kemenangan tersebut. Alasannya, dalam dua pertemuan sebelumnya, PSIS selalu kalah dari The Lobster, julukan Deltras. Pada perjumpaan pertama di tempat yang sama 26 Oktober 2025, tim juara Indonesia 1999 itu kalah 0-2. Bahkan, di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, 17 Januari 2026, PSIS dipermalukan dengan skor telak 0-3.
”Senang sekali rasanya bisa menang. Kami bisa membalas dua kekalahan sebelumnya,” jelas pelatih yang kembali dipercaya menangani PSIS itu.
Sedangkan kubu Deltras meminta maaf kepada pendukungnya. Alasannya, mereka gagal memberikan kemenangan di kandang.
”Pemain kami sepertinya masih adaptasi dengan Bulan Puasa. Permainan yang ditampilkan tidak seperti biasanya,” keluh Pelatih Deltras Widodo Cahyono Putro.
Hanya, dia ingin anak asuhnya bisa bangkit di pertandingan-pertandingan berikut. Widodo sendiri mengaku mendapat banyak pelajaran dari hasil jeblok melawan PSIS tersebut.
Kalimat yang sama juga meluncur dari gelandang pengalaman Sandi Sute. Pemain anyar yang pernah membela Persija Jakarta itu juga meminta maaf ke pendukung karena gagal mengamankan tiga angka.
Sosoran nyinyir pun muncul di media sosial Deltras. Akun bf.* menulis ”selisih 9point karo klasmen 1 opo sg di harapno kedepane. (selisih sembilan angka dari pimpinan klasemen, apa yang diharapkan ke depannya. Bahkan, beberapa tulisan mereka sangat pedas sebagai pelampiasan kecewa. (*)


