PURBALINGGA– Persibangga Purbalingga mendapat cobaan berat menghadapi Liga 4 Putaran Nasional 2025/2026. Setelah sang manajer Hamzah Assadulah mundur, kali ini sosok di jajaran pelatih melakukan hal yang sama.
Wahyu Wijiastanto melalui media sosial pribadinya menyatakan mundur sebagai asisten pelatih. ‘’SAYA IJIN PAMIT’’ Tulisnya.
Tak lupa, lelaki yang sering dipanggil Buto atau raksasa karena posturnya yang tinggi besar itu mengucapkan terima kasih ke banyak pihak. Mulai dari Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Hamzah, dan juga suporter Persibangga.
Mantan pemain Timnas Indonesia U-23 dan Persis Solo itu menulis, semua pihak tersebut telah menerimanya dengan baik selama di Purbalingga. Selain itu, di Persibangga dia mendapat banyak pengalaman.
Sebenarnya, di Persibangga, kontribusi Tanto sangat signifikan. Membantu pelatih kepala Imran Amirullah, keduanya sukses mengantarkan Persibangga menjadi juara Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.
Padahal, tim tersebut tidak diunggulkan bisa menjadi juara dan menjadi wakil Jawa Tengan di Liga 4 Putaran Nasional. Namun, prediksi tersebut terbantahkan.
Persibangga mampu melaju ke final. Bahkan, dalam perebutan juara yang dilaksanakan di Stadion Jatidiri, Semarang, mereka menang 12-11 melalui adu penalti melawan Persak Kebumen. Drama tembakan 12 pas ini dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Namun, dengan kondisi yang tengah terjadi, tentu menjadi tantangan yang tidak mudah bagi Persibangga di putaran nasional. Apalagi untuk bisa meraih tiket lolos ke Liga 3 Nasional. Kabarnya, ributnya dan gejolak internal Persibangga ini dikarenakan tuntutan bonus usai menjadi juara.
Di Liga 4 Nasional, Jateng pada 2024/2025 mendapat jatah empat tim. Musim lalu, provinsi itu meloloskan satu wakil ke Liga 3 melalui Persika Karanganyar. (*)


