SURABAYA – Jatim All Stars (JAS) kedatangan tamu jauh. I Wayan Diana dkk berhadapan dengan Kompas FC dari Bantaeng, Sulawesi Selatan, dalam pertandingan uji coba yang dilaksanakan di Lapangan Menanggal, Kota Surabaya, Kamis sore (12/2/2026).
Dalam pertandingan yang dilaksanakan selama empat babak itu, JAS menang 3-2 (1-2, 0-0,0-0,2-0). Para pemain-pemain legenda yang pernah membela Persebaya Surabaya dan Niac Mitra berdatangan.
Tercatat selain Wayan Diana, ada juga top skor Galatama dan penyerang Timnas Indonesia era akhir 1970-an dan awal 1980-an Syamsul Arifin. Dia pernah membela NIAC Mitra dan membawa klub legendaris itu juara dua kali, 1980-1982 dan 1982-1983. Syamsul juga mengantarkan Persebaya menjadi juara perserikatan musim 1987/1988. Mantan pemain NIAC Mitra lain yang ikut tampil adalah Eduard Mangilomi dan Arifin. Sementara mantan pemain Persebaya Surabaya yang ikut menghadapi Banteng adalah Nanang Harmadi, Zaenal Suripto, dan Budi Prasito.
‘’Kami tidak mencari menang tapi silaturahmi. Apalagi kita kedatangan tamu jauh yang menyempatkan waktunya datang ke sini,’’ kata koordinator pemain JAS Gatot Mulbajadi.
Tak lupa dia mengapresiasi para pemain JAS yang menyempatkan waktunya datang ke Lapangan Menanggal. Namun, Gatot tetap mengingatkan agar mereka bisa menjaga kesehatan dan kemampuannya saat bertanding.
‘’Stamina kan sudah tidak seperti masa jayanya dulu. Beliau-beliaulah yang tahu kondisinya sendiri, jadi jangan memaksa,’’ ujar lelaki yang dikenal sebagai pelatih senior di Jawa Timur tersebut.
Salah satu legenda yang turun dalam pertandingan melawan Kompas, Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa pertandingan seperti itu menjadi tempat baginya terus menjalani silaturahmi bursama rekan-rekan. Selain tentunya juga untuk kesehatan.
‘’Dengan usia sudah 72 tahun bisa bermain dan berkumpul dengan teman-teman lama sudah menjadi sebuah kebahagiaan,’’ jelas mantan top skor Galatama musim 1980 dengan 30 gol tersebut.
Kubu Kompas Bantaeng sendiri mengaku sangat gembira dan bahagia bisa berjumpa dengan JAS. Alasannya, mereka bisa bermain bersama dengan para legenda-legenda sepak bola Indonesia yang dulunya hanya bisa dilihat dan didengar nama-namanya.
‘’Para legenda baik-baik orangnya. Ini akan menjadi cerita kami saat pulang ke Bantaeng,’’ ucap Ketua Rombongan Kompas Bantaeng Dokter Diego Nizar.
Untuk menggelar pertandingan di Surabaya Raya, Kompas Bantaeng naik kapal dari Makassar dengan membawa belasan pemain. Setelah melawan JAS, rencananya, Jumat sore (13/2/2026), mereka berjumpa dengan BHS FC Sidoarjo di Stadion Jenggolo. Tak kalah dengan JAS, BHS FC akan diperkuat para legenda dengan nama nama besar seperti Freddy Muli, Nus Yadera, maupun Joko Hariyanto. (*)


