BIRMINGHAM – Kejutan besar nyaris terjadi di All England 2026. Unggulan teratas nomor ganda campuran vs Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping asal Tiongkok harus menang susah payah saat menghadapi pasangan beda negara Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja pada Rabu dini hari WIB. Pertandingan tersebut berlangsung ketat sebelum akhirnya dimenangkan ganda Negeri Panda, julukan Tiongkok, dengan 21-18, 18-21, 19-21.
‘’Pasti kecewa tidak bisa menang tapi kami sudah mencoba 100%, kami fight setiap poin tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang,’’ kata Terry, sapaan karib negara Hee Yong Kai Terry, yang berasal dari Singapura.
Sebelumnya, ujarnyta, saat undian keluar, dia dan Gloria sudah tahu pertandingan perdana ini tidak akan mudah. Namun, mereka berpikir masih ada peluang. ‘’Jadi kami tidak mau menyerah sebelum tanding jadi tadi coba enjoy setiap poin,’’ ungkap Terry.
Sedangkan Gloria juga mengakui kesempatan menang tetap ada. Meski dan Terry harus berjumpa dengan unggulan pertama.‘’Pas di poin krusial itu kan kami berpikir ada peluang (untuk menang), kami pasti mau ambil tapi kami tidak bisa kontrol kemauannya. Jadi mainnya kurang tenang, kurang pas sentuhannya,’’ jelas mantan pebulu tangkis Pelatnas Cipayung itu.
Diakuinya itu lebih dari faktor non-teknisnya. Tapi, imbuh Gloria, secara keseluruhan dia dan Terry sudah mencoba yang terbaik. ‘’Penyesealannya mungkin di poin akhir saja tidak bisa take over,’’ ucap pebulu tangkis yang pernah merasakan menjadi juara dunia junior di 2011 itu.
Gloria menambahkan, empat turnamen bersama Terry menjadi pengalaman yang baru mereka. Dengan typical mindset yang berbeda, antara dia dengan Terry, dengan pelatih berbeda pula bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan,’’ lanjut Gloria.
Selain Gloria, di nomor ganda campuran ini, Indonesia diwakili Amri Syahnawi/Nita Violina, peringkat 17 dunia, Jafar Hidayat/Felisha Alberta, ranking 10 dunia. Menariknya, jika keduanya sama-sama menang di babak pertama, mereka akan bertemu di babak 16 besar. (*)


